HUJAN
- Hujan menjejakan nada. Gemericik di satu dua titik.
Akan ada saatnya bebasah di pinggir jalan menjelma panggung bagi diri
yang paling sepi.
- Dan pada suatu malam yang hujan, rindu menetes dari pikiran. Tetesnya deras, sederas aku melenyapkanmu dari pikiranku.
- Lalu rinduku tergenang. Sisa-sisa hujan semalam.
- Namun aku cukup senang, kamu slalu menemaniku walau hanya diam mendiami bayang-bayang di benakku.
- Serupa tetes hujan yang menghinggapi jendela kamarku. Ah, aku jadi ingat ketika kita berbagi teduh dalam satu payung dengan canda tawa.
- Baju ku basah begitupun kamu, pipiku basah namun tidak dengan mu. Aku memikirkan kita. Yaa kita! Sampai kapan kita bisa bertahan dan menjaga rasa yang sama di antara keyakinan yang berbeda.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar