SEGARIS BARIS KATA
- Selamat datang air mata, terjatuhlah. Sudah lama aku tidak melihatmu menari riang di pipiku. "Kamu senang meliuk-liuk disana?" | Aku tidak.
- Ada yang hendak diceritakan hujan ketika singgah di permukaan pipiku. Tentang seseorang yang sedang berdansa di kepalaku.
- Mungkin ini rindu. Dan bagiku, rindu serupa fatamorgana; Membias, terasa, namun tak teraba.
- Aku pun benci menyebut rindu. Jika hanya mengingatmu, harus berjibaku dengan sendu.
- Namun kadang aku ingin seperti debu; kau tiup dan kau usap. Setidaknya kau perhatikan.
- Sudahlah, aku muak, sesak. biar aku menyeruak lompat keluar lingkar rindu yang menyergapku.
- Lebih baik aku menjodohkan hati dengan sepi; agar setelah mereka bercinta, lahirlah sebuah karya.
- Aku jadi ingat, seperti sama kutub yang tak pernah bisa satu. Harus beda agar sejalan, wajar tak sama agar bersama.
- Lalu mengapa mengapa ragamu tak tergapai? Apakah sedemikian sulit? Serupa laut yang tak pernah sanggup mengecup langit.
- Jika aku sudah tidak menyamankanmu, nyamankanlah aku. Jika tak lagi ada kenyamanan, nyamankanlah dengan perpisahan.
- Aku cukup bahagia kita berkencan hanya dengan aku memejam. Sesiapapun, jangan pernah bangunkan aku walau air mata ku telah menghujani pipiku.
- Karena kita adalah sepasang kekasih dalam sebuah mimpi. Takkan terpisah walau dengan mati. Kecuali datangnya sang pagi.
- Biar aku beranjak - membungkam sunyi senyap - membunuh rindu
- Aku tahu cinta itu bulat. Benci dan bahagia berputar tanpa sekat.
- Kini aku menjamu sepi dengan senyum. Memintal pedih tanpa letih. Karena aku tak ingin malaikat merunduk menepuk pundakku dan bersedih.
- Semoga saja dekapanku tidak terlalu erat; agar kau tidak menjerit, pergi, dan buat aku sekarat.
1 komentar:
kereeeeennn bangeeett
Posting Komentar